Thursday, February 9, 2017

Cara Menyemai Bibit Cabai

Cabai merupakan tanaman yang selalu menjadi trending topic dikarenakan harganya yang kian melambung tinggi. Salah satu cara untuk tetap bisa mendapatkannya dengan harga yang terjangkau adalah dengan menanamnya sendiri! Tidak perlu keahlian khusus untuk membudidayakannya. Bahkan Anda dapat melakukannya di halaman belakang rumah. Namun, yang perlu menjadi catatan adalah meskipun cabai dapat tumbuh dan berkembang dengan mudah, cabai tetap memiliki beberapa kebutuhan khusus yang perlu diperhatikan agar hasilnya memuaskan. Terutama dalam proses penyemaian bibit cabai, Anda akan membutuhkan beberapa tips dan trik agar bibit cepat tumbuh.
Mengapa bibit cabai perlu disemai? Apa pengaruhnya apabila bibit cabai tidak disemai? Tujuan menyemai bibit cabai terlebih dahulu adalah memastikan bibit cabai sudah cukup kuat untuk dipindah ke media yang lebih besar. Selain itu, penyemaian ini juga dapat menyeleksi bibit yang bagus dan membuang bibit cabai yang cacat. Bibit cabai yang tidak disemai terlebih dahulu hasilnya tidak akan sebaik bibit cabai yang sudah disemai.

Banyak variasi cara yang digunakan dalam menyemai bibit cabai. Berdasarkan sumber terpercaya dengan hasil yang nyata, berikut cara sukses menyemai bibit cabai yang dapat Anda lakukan sendiri dengan mudah :

ALAT :

  • Cup/Gelas plastik bening yang sudah dilubangi bagian bawahnya untuk drainase. Gunakan cup/gelas plastik yang memiliki tutup dan lubangi juga tutupnya untuk aliran udara, kira-kira sebesar diameter bolpoin.
  • Media tanam (bisa berupa tanah kompos) yang sudah dijemur dahulu sampai benar-benar kering.
*Pastikan media semai bebas dari patogen dan hama pengganggu.


LANGKAH KERJA :

  • Siapkan media semai ke dalam cup/gelas plastik, isi ¾ bagian saja, kemudian basahi secara merata.
  • Masukkan bibit cabai pada media semai yang sudah siap tadi kemudian tutup tipis di atasnya dengan media semai lagi kurang lebih 3mm sampai ½ cm
  • Tutup cup/gelas dengan tutup yang sudah berlubang. Letakkan di bawah sinar matahari langsung.
  • Tak perlu menyiram semaian terlalu sering. Kelembaban yang terlalu tinggi akan membuat biji busuk, namun jika terlalu kering benih akan gagal berkecambah. Cukup jaga kelembaban dengan sesekali menyiram semaian dengan spray.
  • Setelah terlihat berkecambah sekitar 3-5 milimeter, lakukan penimbunan tipis dengan tanah di atas benih/biji, pastikan semua akarnya tertutupi. Hal ini untuk memastikan akar mudanya masuk dalam media dengan kuat.
  • Setelah terlihat 2 daun pertamanya mekar sempurna, buka tutup gelasnya dan taruh di bawah sinar matahari langsung. Bibit tanaman yang bagus akan segera nampak hijau setelah terkena sinar matahari.
  • Siram secukupnya apabila media terlihat kurang lembab, bisa dilakukan saat pagi atau sore hari.
  • Pindahkan ke pot / media tanam yang baru yang lebih besar sesegera mungkin setelah benih nampak hijau. Pastikan media tanam yang baru terkontrol dengan baik dan bebas dari pengganggu baik tanaman lain maupun hewan pengganggu seperti serangga, siput, dsb.

Catatan: Benih akan berkecambah dengan rentang waktu yang bervariasi mulai dari 3 hari sampai 1 bulan, lamanya tergantung jenis tanamannya. Semakin lama germinasinya maka semakin pedas cabai yang dihasilkan.


Tips:
• Untuk membentuk cabang yang banyak dan kompak, potong pucuk daun paling atas setelah keluar daun 6 buah / 3 pasang daun untuk merangsang pertumbuhan tunas baru yang biasanya keluar dari sela-sela ketiak daun. (Tapi perlu diketahui bahwa cara ini akan mempengaruhi fase vegetatif yang berkepanjangan, jadi akan semakin lama waktu yang dibutuhkan sampai berbuah/fase generative).
• Dan meski bisa ditanam dalam wadah kecil, namun jumlah akar sangat mempengaruhi terbentuknya buah, makin banyak dan panjang akar yang mampu dibentuk oleh tanaman maka makin besar dan berkualitas buahnya. Sebaliknya jika akar hanya terbentuk sedikit dan pendek-pendek, maka dipastikan tanaman tidak akan mampu mensuplai buah secara maksimal.

No comments:

Post a Comment